Sistem Saraf

Posted: March 31, 2010 in Psikologi

Sistem saraf berfungsi untuk :

v Mengatur kegiatan tubuh yang cepat seperti kontraksi otot, peristiwa visceral yang berubah dengan cepat dan bahkan kecepatan sekresi beberapa kelenjar endokrin; (Guyton, 1996: 401)

v Menerima sinyal-sinyal dari dunia luar dan dari bagian dalam tubuh melalui indra (otak harus memproses informasi ini, membuat keputusan, dan mengirimkan sinyal ke otot, organ dalam, dan kelenjar untuk bereaksi terhadap pesan ini);

v Berinteraksi dengan sistem lain dalam tubuh seperti tengkorak, peredaran darah, otot, pencernaan, dan pernafasan; (Mario Seto, 2009: 43)

Sistem saraf memiliki dua jenis sel utama: sel saraf (neurons) dan sel glia (glial).

  1. Neuron

Neuron membawa pesan ke neuron lainnya, otot, organ, atau kelenjar. Otak manusia memiliki sekitar 100 miliar neuron. Neuron mirip dengan sel tubuh lainnya karena neuron dikelilingi oleh membran (selaput) sel, membuat protein, menghasilkan energi, dan mengandung gen.

Neuron diklasifikasikan menurut strukturnya:

  1. Glial

Sel glial memberikan dukungan fisik dan nutrisional bagi neuron, membersihkan sel-sel otak yang mati, dan memberikan insulasi bagi neuron.

Sel ini juga mempengaruhi cara neuron berkomunikasi satu sama lain. Myelin adalah sebuah jaringan khusus yang dihasilkan oleh beberapa sel glial. Myelin membantu sinyal listrik bergerak masuk ke dalam axon pada kecepatan yang lebih tinggi.

Ada miliaran neuron di dalam sistem saraf yang harus bekerja bersama agar tubuh bisa bekerja dengan baik. Sistem saraf dapat dibagi menjadi dua sistem yang paling berhubungan yang berfungsi bersama, yaitu sistem saraf pusat dan sistem saraf perifer.

1. Sistem Saraf Pusat

Sistem saraf pusat mengandung dua bagian, yaitu otak dan sumsum tulang belakang.

  • Otak

Rata-rata berat otak orang dewasa sekitar 1,4 kg. Sebagian daerah otak penuh dengan banyak neuron (sel-sel saraf). Tiap belahan otak disebut hemisfer. Belahan kanan dan kiri dihubungkan oleh sebuah bundel tebal berisi 200-300 juta axon yang disebut corpus collosum yang berfungsi untuk mengirimkan informasi antara dua belahan tersebut.

Struktur otak

Otak manusia terdiri dari tiga lapisan konsentrik :

a. Central Core

Mencakup sebagian besar batang otak. Bagian pertama medula spinalis yang sedikit membesar saat memasuki tengkorak dinamakan medulla, yaitu suatu struktur sempit yang mengendalikan pernafasan dan beberapa refleks yang membantu organisme mempertahankan postur tegaknya. Saraf utama yang keluar dari medulla spinalis menyilang membuat sisi kanan otak berhubungan dengan sisi kiri tubuh dan sebaliknya. Pada central core terdapat cerebellum atau otak kecil, thalamus, hipothalamus, dan sistem retikular.

  • Ø Cerebellum atau otak kecil terletak di belakang batang otak sedikit di atas medulla dan merupakan struktur dengan permukaan yang berlekuk-lekuk (convoluted). Cerebellum terutama mengatur koordinasi pergerakan, keseimbangan dan postur. Kerusakan pada cerebellum menyebabkan gerakan yang menyentak dan tidak terkoordinasi.
  • Ø Thalamus dan Hipothalamus
    • Thalamus terletak tepat diatas batang otak di dalam hemisfer serebral terdapat dua kelompok nucleus sel saraf yang berbentuk telur yang menyusun thalamus. Salah satu daerah thalamus beraksi sebagai stasiun pemancar (relay) dan mengarahkan informasi yang masuk ke serebrum dari reseptor indera. Daerah thalamus lain memiliki peranan penting dalam mengendalikan tidur dan terjaga.
    • Hipothalamus adalah struktur yang jauh lebih kecil, terletak tepat di bawah thalamus. Hipothalamus mengendalikan aktivitas endokrin (suhu tubuh, emosi, rasa lapar, dahaga, dan ritme circadian) dan mempertahankan homeostatis. Juga disebut pusat stress. Homeostatis berarti tingkat fungsi normal yang karakteristik untuk organism yang sehat. Dalam keadaan stress homeostatis terganggu dan prosesnya berjalan untuk memperbaiki  ketidakseimbangan (disequilibrium). Stimulasi listrik ringan pada daerah tertentu menyebabkan perasaan senang sedangkan jika stimulus terjadi di daerah di dekatnya menimbulkan sensasi yang tidak menyenangkan atau menyakitkan.
    • Ø Sistem Retikular adalah suatu jaringan (network) sirkuit neural yang membentang dari bagian bawah batang otak ke thalamus, yang melewati beberapa struktur central core lain. Memiliki peranan penting dalam mengendalikan tingkat kesadaran dan kemampuan kita untuk memusatkan perhatian pada stimuli tertentu. Semua reseptor indra memiliki serabut saraf yang menuju ke sistem reticular. Sistem beraksi sebagai filter yang memungkinkan sebagian pesan sensorik masuk ke korteks selebral (kesadaran) sedangkan menghambat yang lainnya, jadi tingkat kesadaran kita pada suatu saat tampaknya dipengaruhi oleh proses filter di sistem retikular.

b. Sistem Limbik

Di sekitar central core otak, terdapat sejumlah struktur yang secara keseluruhan dinamakan sistem limbik. Sistem ini berhubungan erat dengan hipothalamus dan tampaknya memberikan pengendalian tambahan terhadap beberapa perilaku instinktif yang diregulasi oleh hipothalamus dan batang otak.  Sistem limbik berfungsi mengatur emosi dan juga beperan penting dalam proses memori serta berpikir. Terbagi 3 bagian: amigdala, hippocampus, dan nuclei septum.

Hippocampus berperan untuk memindahkan informasi dari memori jangka pendek ke memori jangka panjang. Hippocampus terkadang diangkat melalui operasi untuk mengobati orang yang terserang epilepsi.

c. Hemisfer serebral

Secara bersama dinamakan serebrum, lapisan luarnya dinamakan korteks serebral. Dipisahkan menjadi hemisfer kanan dan hemisfer kiri. Tiap hemisfer dibagi lagi menjadi empat lobus: frontalis, parietalis, oksipitalis, dan temporalis.

–       Belahan otak kanan

Sisi kanan otak mengontrol otot-otot pada sisi kiri tubuh. Secara umum informasi pancaindra dari sisi kiri tubuh melintas ke sisi kanan otak dan sebaliknya. Karena itu, kerusakan pada satu sisi otak akan mempengaruhi sisi tubuh yang berlawanan.

–       Belahan otak kiri

Sisi kiri otak mengontrol otot-otot pada sisi kanan tubuh.

  • Sumsum Tulang Belakang

Sumsum belakang beratnya 40 gram, adalah jalur utama bagi informasi yang menghubungkan otak dan sistem saraf perifer. Reseptor pada kulit merespons pada stimuli seperti tekanan dan suhu. Reseptor-reseptor ini mengirimkan informasi ke sumsum belakang melalui saraf tulang belakang. Bagian ini juga mempengaruhi kontak refleks.

2. Sistem Saraf Tepi (Perifer)

Sistem saraf ini terdiri dari saraf yang menghubungkan otak dan medulla spinalis dengan bagian tubuh lainnya yang memungkinkan otak melakukan aktifitas pengendalian. Sistem saraf tepi (perifer) selanjutnya dibagi lagi menjadi sistem somatik dan sistem otonomik.

  1. a. Sistem Somatik

Saraf sensorik mengirimkan informasi tentang stimulus eksternal dari kulit, otot, dan sendi ke sistem saraf pusat sehingga kita menyadari rasa nyeri, tekanan, serta variasi temperature. Saraf motorik membawa impuls dari sistem saraf pusat ke otot-otot tubuh untuk memulai gerakan (kontraksi) otot, yang mencakup gerakan volunteer (disadari) maupun penyesuaian involunter dalam postur dan keseimbangan tubuh.

b. Sistem Otonomik

Saraf berjalan menuju dan dari organ inrternal sambil meregulasi proses tertentu separti pernafasan, kcepatan denyut jantung, dan pencernaan,  juga memiliki peran penting dalam emosi. Sistem ini terbagi menjadi tiga bagian :

  • Ø Sistem saraf simpatetik (berperan dominan dalam keadaan darurat, berpengaruh dalam pola-pola emosi negative seperti takut dan marah)
  • Ø Sistem saraf parasimpatetik (berperan dalam pertumbuhan proses-proses tubuh, memiliki penagaruh kuat dalam beberapa keadaan positif seperti gembira, senang dan cinta)
  • Ø Sistem saraf enterik (mengontrol viscera yaitu sistem gastrointenstinal, pankreas, kantong empedu)

REFERENSI

Mario Seto. Bagaimana Otak Bekerja. Bookmarks. Yogyakarta: 2009.

Guyton. Fisiologi Manusia.

Atkinson & Atkinson. Pengantar Psikologi.

Kelompok  1

Ahmad Maulana

Ferra Herawati

Iffah Fuadah

Jamilatul Sholihah

Luqi Firdiani

Muhammad Farid

Neng Sinta Soraya P.

Nuraini Azizah

Rafij Riska Ratna Kumala Dewi

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s