Mengenal Kesempurnaan dan Sifat Nilai Tuhan

Posted: February 15, 2010 in Aqidah Tauhid

Setiap manusia harus meyakini keberadaan Allah swt dengan berbagai konsekuensi ketuhanan-Nya, karena keyakinan tidak mungkin muncul tanpa landasan ilmu dan argumen.

Tentu saja, manusia tidak mungkin ber-ma’rifat dan mengenal Zat Allah SWT haqqu ma’rifatih (secara utuh dan sempurna), sebagaimana yang dibuktikan oleh akal. Karena, bagaimana mungkin sesuatu yang terbatas (makhluk) dapat mengetahui dan menjangkau zat yang tidak terbatas (al-Khaliq) dari berbagai sisi-Nya. Oleh sebab itu, Rasul sebagai makhluk yang paling sempurna pernah bersabda dalam penggalan munajatnya, “Wahai Tuhanku, diriku takkan pernah
mengetahui-Mu sebagaimana mestinya.”

Hal ini tidak berarti kita bebas dari kewajiban mengenalnya, Imam Ali a.s. pernah menegaskan, “Allah swt tidak menyingkapkan hakikat sifat-Nya kepada akal, kendati Dia pun tidak menggugurkan kewajibannya untuk mengenal
diri-Nya” (Nahjul Balaghah).

Sebagaimana telah kita ketahui bahwa hanya Allah swt satu-satunya Zat yang Mutlak dari berbagai sifat kesempurnaan, sehingga jika kita dapati kebaikan dan keindahan di alam fana ini, maka itu merupakan bentuk manifestasi penjelmaan kebaikan dan keindahan-Nya.

Sifat kesempurnaan Allah yaitu :

  1. Istigna’ : Allah tidak menghendaki yang lain berkehendak, contohnya Allah tidak memerlukan dan tidak menghendaki malaikat untuk menciptakan Arasy’. Sifatnya : wujud, qidam, baqa’, mukhalafu lilhawadits, qiyamuhu binafsihi, sama’, basher, kalam, sami’an, bashiran, mutakalliman.
  2. Iftiqar   : berkehendak daripada Allah untuk menjadikan dan menentukan mereka, misalnya manusia memohon kepada Allah untuk melancarkan hidupnya. Sifatnya : wahdaniat, qudrat, iradat, ilmu, hayat, qadiran, muridan, hayyan.

Jadi berdasarkan kemampuan terbatas manusia, kita baru mengetahui Sifat Alloh tersebut di atas. Padahal sebagai makhluk, mengenal ciptaannya saja belum sampai kita kepada taraf “mengetahui semuanya”. Masih dalam bumi unntuk digali, masih dalam lautan -yang tiga kali lipat luasnya dari daratan tempat kita berpijak- untuk kita selami, masih tinggi langit dan luar angkasa yang belum kita jelajahi. Sungguh terbataslah kemampuan kita untuk mengenal ciptaan Alloh.
Alloh adalah Khalik, yang sampai kapan pun manusia akan selalu mencari dan bertanya juga menyelami apa, bagaimana,siapa, seperti apa Alloh yang kita sembah siang dan malam, yang menciptakan langit dan bumi, yang menurunkan hujan, yang menghidupkan dan mematikan. Sangatlah terbatas kemampuan kita untuk mencapainya.

Tidaklah cukup jika sifat Alloh ini hanya 20, 200 atau bahkan 2000. Kita makhluk dan Dia adalah Kholik, pandangan kita akan  selalu terbatas karena kemampuan kita sebagai manusia tidak akan bisa mencapai Sang Kholik.

Referensi

Jalan Golongan Yang Selamat, Muhammad bin Jamil Zainu.

http://www.gagakmas.org/qolbu/bblog/trackback.php/4/

groups.keluarga-islam.com

id.wikipedia.org

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s