Aqidah Tauhid

Posted: February 15, 2010 in Aqidah Tauhid

Pengertian Aqidah – Tauhid

Aqidah menurut bahasa berarti simpul, ikatan, perjanjian yang kokoh. Sedangkan menurut istilah, aqidah adalah iman yang teguh dan pasti, yang tidak ada keraguan sedikitpun bagi orang yang meyakininya. (Mu’jamul Wasiith: II/614)

Jadi, aqidah adalah sesuatu yang diyakini kebenarannya dengan pasti dan dipahami oleh akal, pendengaran, dan hati. Aqidah sudah mengakar dan terikat dalam hati manusia. Kepercayaan dan agama yang dianut merupakan aqidah.

Aqidah Islamiyyah adalah keyakinan atau keimanan yang teguh dan pasti kepada Allah dengan segala pelaksanaan kewajiban taat kepada-Nya (Rukun Iman dan Rukun Islam) sesuai dengan Al-Qur’an dan Sunnah.

Tauhid merupakan salah satu bagian dari Aqidah Islamiyyah yang menyatakan keesaan Allah. Tauhid adalah dasar Islam yang paling agung, dan hakikat Islam yang paling besar. Syahadat merupakan bentuk tauhid :

Asyhadu     : Saya bersaksi/saya bersumpah

Laa              : tidak/tidak ada

Ilaahun       : Tuhan/Yang Menguasai/yang Dicondongi/Yang Menggerakkan kita melakukan segala sesuatu

Illa               : kecuali

Allah           : Robb, Al-Khaliq, Al-Malik, … (Asma’ul Husna)

Syahadat yang merupakan sumpah, adalah suatu hal yang perlu kita pertanggungjawabkan. Apakah kita sudah benar-benar menyerahkan hidup kita kepada Allah? Apakah segala hal yang kita lakukan sudah sesuai dengan hukum Allah yaitu Al-Qur’an dan Sunnah?

Urgensi Mempelajari Aqidah-Tauhid

Pentingnya mempelajari Aqidah-Tauhid diantaranya :

– Menentukan tujuan manusia hidup di dunia ini

– Merupakan landasan bagi timbulnya sikap dan tingkah laku manusia

– Menumbuhkan ikatan yang kuat sesama Muslim (Aqidah Islamiyyah)

– Menjadi penggerak amal perbuatan (Aqidah >> Emosi >> Kemauan >> Amal Perbuatan)

– Memiliki keyakinan yang kuat kepada Allah

Faktor pentingnya Aqidah Tauhid bagi manusia antara lain, antara lain dikarenakan Aqidah Tauhid :

– memberikan petunjuk bagi manusia tentang hidup di dunia dan akherat (menjadi tujuan untuk apa manusia hidup di dunia ini)

– mempersatukan seluruh umat manusia dalam satu keyakinan

– membimbing ke jalan yang benar, dan melaksanakan amar ma’ruf nahi munkar

– menjadi akar dari keberadaan manusia (jiwa dan raganya)

– menumbuhkan semangat dan kepedulian terhadap sesama

Dalil Naqli :

26.  Allah, tiada Tuhan yang disembah kecuali Dia, Tuhan yang mempunyai ‘Arsy yang besar”.

(Q.S. An-Naml : 26)

Dalil Aqli :

Dari Ibnu ‘Umar ra. bahwasanya Rasulullah saw. bersabda : “Aku diperintah untuk memerangi manusia sehingga mereka menyaksikan bahwa tidak ada Tuhan kecuali Allah dan bahwasanya Muhammad adalah utusan Allah, mendirikan shalat, dan menunaikan zakat. Bila mereka telah melakukan yang demikian itu, maka terjagalah daripadaku darah dan harta mereka kecuali dengan ketentuan Islam. Adapun perhitungan mereka terserah pada Allah ta’ala”.

(Riwayat Bukhari dan Muslim)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s