Dimensi-Dimensi Aqidah dalam Bertauhid (Aqidah, Syari’ah, dan Akhlak)

Posted: February 15, 2010 in Aqidah Tauhid

Aqidah dalam Bertauhid

Aqidah adalah sesuatu yang diyakini kebenarannya dengan pasti dan dipahami oleh akal, pendengaran, dan hati. Aqidah sudah mengakar dan terikat dalam hati manusia. Kepercayaan dan agama yang dianut merupakan aqidah. Dan tauhid merupakan salah satu bagian dari Aqidah Islamiyyah yang menyatakan keesaan Allah.

Aqidah Tauhid merupakan keimanan yang teguh dan bersifat pasti kepada Allah dengan segala pelaksanaan kewajiban diantaranya: taat kepada-Nya, beriman kepada Malaikat-malaikat-Nya, Rasul-rasul-Nya, Kitab-kitab-Nya, hari Akhir, takdir baik dan buruk dan mengimani seluruh apa-apa yang telah shahih tentang prinsip-prinsip Agama (Ushuluddin), perkara-perkara yang ghaib, beriman kepada apa yang menjadi ijma’ (konsensus) dari Salafush Shalih, serta seluruh berita-berita qath’i (pasti), baik secara ilmiah maupun secara amaliyah yang telah ditetapkan menurut Al-Qur’an dan As-Sunnah yang shahih serta ijma’ Salafush Shalih.

Syari’ah dalam Bertauhid

Firman Allah swt:

… Untuk setiap umat di antara kamu, Kami jadikan aturan dan jalan yang terang …“. (QS Al Maidah (5): 48)

Kata syariah berasal dari kata syar’a al-syai’u yang berarti menerangkan atau menjelaskan sesuatu. Atau berasal dari kata syir’ah dan syariah yang berarti suatu tempat yang dijadikan sarana untuk mengambil air secara langsung sehingga orang yang mengambilnya tidak memerlukan bantuan alat lain.

Dalam Kamus Bahr al-Muhiith disebutkan, “Al-syarii’ah: perkara yang disyariatkan oleh Allah swt kepada hamba-hamba-Nya. Dan bisa juga berarti madzhab-madzhab (rujukan-rujukan) yang jelas dan lurus“. (Fairuz Abadiy, al-Qaamuus al-Muhiith, juz 2, hal. 290)

Syariah dalam penjelasan Qardhawi adalah hukum-hukum Allah yang ditetapkan berdasarkan dalil-dalil Al-Qur’an dan sunnah serta dalil-dalil yang berkaitan dengan keduanya seperti ijma’ dan qiyas.

Syariah dalam bertauhid adalah menaati apa-apa yang disyariatkan Allah kepada hamba-hamba-Nya dari keyakinan (aqidah), ibadah, akhlak, muamalah, sistem kehidupan dengan dimensi yang berbeda-beda untuk meraih keselamatan di dunia dan akhirat.

Akhlak dalam Bertauhid

Akhlak berasal dari kata “akhlaq” yang merupakan jama’ dari “khulqu” dari bahasa Arab yang artinya perangai, budi, tabiat dan adab. Akhlak itu terbagi dua yaitu Akhlak yang Mulia atau Akhlak yang Terpuji (Al-Akhlakul Mahmudah) dan Akhlak yang Buruk atau Akhlak yang Tercela (Al-Akhlakul Mazmumah).

Akhlak yang mulia yaitu akhlak yang diridai oleh Allah SWT , akhlak yang baik itu dapat diwujudkan dengan mendekatkan diri kita kepada Allah yaitu dengan mematuhi segala perintahnya dan meninggalkan semua larangannya, mengikuti ajaran-ajaran dari sunnah Rasulullah, mencegah diri kita untuk mendekati yang ma’ruf dan menjauhi yang munkar, seperti firman Allah dalam surat Al-Imran 110 yang artinya “Kamu adalah umat yang terbaik untuk manusia, menuju kepada yang makruf dan mencegah yang mungkar dan beriman kepada Allah”

Tauhid adalah sebagai sisi pokok/inti islam yang diutamakan, dan akhlak adalah salah satu perkara penyempurnaannya. Tauhid juga merupakan realisasi akhlak seorang hamba terhadap Allah dan ini merupakan pokok inti akhlak seorang hamba. Seorang yang bertauhid dan baik akhlaknya berarti ia adalah sebaik-baik manusia. Semakin sempurna tauhid seseorang maka semakin baik akhlaknya, dan sebaliknya bila memiliki akhlak yang buruk berarti lemah tauhidnya.

About these ads

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s